Jangan Masuk Atau Lulus Dari SMK Sekarang!
Banyak orang tua menyekolahkan anaknya ke SMK
dengan satu harapan besar: mereka bisa cepat punya skill dan langsung
membantu menggerakkan roda ekonomi keluarga. Ini adalah janji utama dari
pendidikan kejuruan: lulus, langsung kerja.
Sayangnya, harapan manis itu tak selaras dengan realitas data di lapangan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), selama 10 tahun berturut-turut, lulusan SMK secara konsisten menduduki peringkat teratas dalam persentase pengangguran terbuka di Indonesia.
Ketidakselarasan fakta yang terjadi selama satu
dekade ini tentu mengundang pertanyaan besar. Apa yang sebenarnya membuat
ekspektasi ini tidak sesuai realita? Di tulisan ini, kita akan menelusuri lebih
jauh apa saja penyebab utama pengangguran lulusan SMK dan merumuskan beberapa
solusi praktis. Tujuannya sederhana: agar setiap siswa SMK bisa lulus dan
benar-benar mendapatkan pekerjaan yang layak di bidangnya.
Mari kita mulai di sebenarnya apa faktor faktor
yang menyebabkan ketidak selarasan ini. Setelah di teliti lebih lanjut, sebetulnya
terlihat ya beberapa penyebab kenapa kesenjangan ini bisa terjadi.
1.
Kurangnya
Sekolah yang layak
Ya, dari sumber yang saya dapat di Indonesia memiliki -+ 36% sekolah dengan
siswa dibawah 100 orang dan kebanyakan itu swasta. Tentunya hal ini bisa menjadi
faktor kelayakan sekolah. Dengan jumlah siswa sedikit pendapatan sekolah dari
spp pun pasti lebih sedikit, dan bisa membuat sekolah kesulitan untuk membeli
fasilitan pembelajaran yang lebih baik. Jika fasilitas sekolah nya saja tidak
baik, maka siswa akan kesulitan mempraktikan teori yang telah di bentuk. Maka
dari itu Jumlah siswa ini akan sangat berpengaruh terhadap biaya operasional
sekolah, yang akan membuat sekolah tersebut memiliki fasilitas yang mumpuni
untuk meningkatkan kompetensi siswanya.
Selain fasilitas pembelajaran, hal yang lain yang membuat kelayakan
sekolahnya kurang ialah guru praktek. Bahkan pernah di claim bahwa di Indonesia
kekurangan guru praktik sebanyak 91 Ribu. Tentunya ini sangat berpengaruh
terhadap kualitas lulusan smk di indonesia. Karena menurut penelitian, guru
yang kompeten akan mempengaruhi kualitasnya sebanyak 19% terhadap nilai
akademis. Yang seharusnya sudah cukup untuk membawa siswa ke standar kelulusan.
Jika itu tidak ada maka semakin banyak kemungkinan siswa tidak akan memenuhi
standard kelulusannya.
Kenapa hal
ini bisa terjadi?
menurut pendapat saya, kekurangan guru terjadi karena ketidaklayakan
manfaat yang di berikan ke guru. makanya banyak orang lebih memilih jadi
profesional dibandingkan menjadi guru. Coba bayangkan Gaji Fresh
Graduate untuk seorang Profesional di Jakarta Bisa mencapai 5-7 Juta. Mungkin
jika kita bandingkan dengan PNS ya kurang lebih gajauh beda lah. Tetapi
rekrutmen PNS untuk guru sangatlah terbatas, dan pilihannya ya kalau ga
Profesional ya jadi guru honorer. dan memang bukan rahasia umum gaji guru
honorer bisa sampai 300 ribu per bulan. Dari sini bisa kita simpulkan bahwa
orang pasti lebih memilih profesional dibandingkan dengan guru honorer.
2.
Oversupply Lulusan Tidak Kompeten
Faktor Selanjutnya yang membuat
angka pengangguran terbuka lulusan smk tinggi Adalah Oversupply lulusan tidak
kompeten yang tinggi. Bagaimana tidak, banyak sekali SMK swasta di Indonesia
membuka lowongan jurusan seperti IT, Teknik Mesin & Teknik Otomotif dengan
alasan gampang kerja dan gajinya tinggi. Itu memang terjadi tapi 15 tahun lalu tepat nya ketika teknologi sedang
berkembang. Kenyataanya banyak sekali siswa yang “salah jurusan” dan terjebak
di jurusan tersebut karena kemakan iklan tadi.
Selain guru yang tidak kompeten salah jurusan ini menjadi salah satu faktor
terciptanya lulusan yang tidak kompeten. Bagaimana tidak, ketika salah jurusan
siswa hanya menjalankan kewajibannya untuk bersekolah saja dan tidak
mendapatkan ilmu nya dengan baik. Parahnya Menurut Riset Indonesia
Career Center Network (ICCN) (2017) Pelajar di Indonesia yang salah jurusan
bisa sampai 87%. Tentunya ini kemungkinan akan menjadi supply paling banyak di
pengangguran terbuka lulusan smk.
3.
Sedikitnya Supply lowongan pekerjaan
Faktor yang benar benar membuat Tingkat pengangguran tinggi yang paling pasti Adalah jumlah lowongon itu sendiri. Berdasarkan data jumlah lulusan SMA Keatas itu tiap tahunnya -+ 5Juta Jiwa, sedangkan lowongan yang tersedia hanya 1,5 Juta. Terdapat ketimpangan sebesar 3,5 jiwa.
Dari data tersebut sebetulnya bisa kita simpulkan,
kenapa lulusan smk bisa tinggi angka pengangguran terbukanya yaitu karena kalah
saing dengan diploma/sarjana. dan Karena di smk kebanyakan siswanya mostly dari
kalangan menengah kebawah. Kemungkinan menganggurnya lebih tinggi dari sma yang
punya harapan untuk berkuliah terlebih dahulu.
4.
Program
Industri hanya sebatas magang
Program kejuruan / SMK ini
seharusnya tidak lepas dari dunia industri, dimana industri bisa memberikan
gambaran lapangan kerja di dunia nyata. Tapi nyatanya di indonesia peran
industri untuk SMK ini belum terlalu signifikan. Di Indonesia peran industri
hanya tercicipi selama 3-6 bulan dalam program magang.
Dan masalah nya bukan hanya
disitu saja. Menurut penelitian, siswa magang smk hanya banyak di peruntukan
untuk jadi ”Pembantu”. Alih alih mempraktekan ilmu kejuruannya, siswa malah di
minta untuk input data, fotocopy , atau bahkan hanya membuat kopi. Dan sekolah
banyak yang tutup mata karena sekolah sudah ”menggugurkan” kewajibannya. Dari
sinilah kemungkinan muncul lulusan yang tidak kompeten dan menyumbang
pengangguran terbuka di indonesia.
Begitulah kiranya
beberapa faktor yang menyebabkan smk menjadi tingkat dengan persentase
tertinggi di indonesia. Konten ini bukan di tujukan untuk memberikan
rekomendasi untuk pemerintah. Karena seharusnya pemerintah sudah bisa melihat
data ini, kita berdoa saja supaya kedepannya ada kebijakan pemerintah untuk memperbaiki
gap ini.
Sebaliknya, untuk kalian
yang membaca, saya sebagai lulusan smk yang langsung dapat kerja mungkin bisa
memberikan beberapa solusi ketika kalian panik dengan data diatas. Karena
keinginan saya adalah membantu teman teman yang memang ingin atau sudah masuk
smk tapi tertampar dengan realita di lapangan.
Saya ingin membahas ke 4
faktor tadi yang mungkin bisa memberi teman teman pembaca insight yang bisa di
terapkan jika teman temang ingin masuk atau akan lulus dari smk.
1.
Sekolah
tidak layak bukan faktor untuk kita tetap tumbuh
Tadi kita sudah bisa melihat bahwa di indonesia ini sangat kekurangan
sekolah yang kurang mumpuni ya kualitasnya. Syukur jika kalian masuk ke smk
yang memiliki fasilitas mumpuni, namun jika kalian masuk di smk yang kurang
memiliki itu, saya berharap kalian jangan jadi siswa standard yang hanya
menggugurkan kewajiban belajar dan mengadu peruntungan ijazah smk kalian.
Tujuan belajar harus kalian tetapkan, jangan sampai kalian hanya sekolah
dengan alasan menggugurkan kewajiban saja. dengan tujuan belajar yang jelas
kita akan menjadikan diri kita memiliki motivasi lebih untuk menyerap ilmu
dengan baik. ketika kita bisa memiliki motivasi lebih, curiousity atau rasa
ingin tahu kita akan semakin tinggi juga. ketika itu terjadi kita akan
mendapatkan ilmu yang lebih dari apa yang guru kita ajarkan.
Saya masih ingat ketika dulu saya masih sekolah, saya merasa fasilitas
sekolah saya tidak begitu bagus. karena untuk praktik saja saya harus
bergantian dengan teman saya karena kita sama sama belum mempunyai laptop dan
sekolah hanya memberikan 1 laptop untuk berdua. tentunya sangat terbatas sekali
melakukan ekplorasi ketika fasilitasnya saja tidak ada.
tetapi dalam hati saya punya keinginan untuk menjadi seorang “Hacker” ,
makanya saya tidak menyerah untuk memiliki motivasi belajar agar bisa menyerap
ilmu nya dengan baik. beruntungnya saya, meskipun fasilitas sekolah nya kurang
baik, tapi guru kejuruan yang mengajar menurut saya sangat di atas rata-rata,
sehingga saya bisa menyerap ilmu di kelas dengan sangat baik.
meskipun demikian, saya merasa kurang puas dengan ilmu yang di berikan
sekolah. karena jika di lihat yang di ajarkan kebanyakan hanyalah basic skill
nya saja. Karena itu saya mempunyai ”keinginan” untuk mencari tahu lebih
lanjut. Salah satu nya adalah dengan melakukan explorasi social media tepat nya
facebook pada saat itu. Karena di facebook banyak sekali grup yang anggotanya
sering kali sharing / bahkan pamer apa yang sudah mereka lakukan atau temukan.
Tak cukup dari facebook, saya juga mencari komunitas yang sering melakukan
kumpul offline. Pengalaman yang di dapatpun berbeda, karena interaksinya di
lakukan secara langsung jadi kita bisa mendapatkan ilmu yang lebih luas dari
hanya sekedar tulisan.
Hal-hal tersebut bisa membuat saya memiliki kemampuan yang lebih luas dan
mendalam di banding teman teman saya yang tidak melakukan hal tersebut. Sehingga
saya bisa merasakan bahwa ilmu itu berhasil saya datpatkan.
dengan demikian Faktor sekolah dan guru yang kurang mumpuni tidak akan
menjadi penghalang kita untuk bisa memilliki ilmu yang lebih luas. dengann ilmu
yang lebih luas juga terserap dengan baik. kita tidak akan menjadi seorang
lulusan yang tidak kompeten dan bisa dengan mudah memiliki pekerjaan sesuai
dengan keinginan kita.
2.
Kurangnya Peran Industri dan Lowongan pekerjaan
adalah tantangan bukan halangan
memang jika dilihat dari portal berita , sosial media ataupun program yang
bekerja sama dengan sekolah di indonesia sangatlah terbatas. bahkan sebetulnya
peran industri itu terlihat hanya ketika magang saja selama 3-6 bulan. dan
itupun terkadang hanya menjadi formalitas saja, pekerjaan yang di berikan hanya
untuk menggugurkan kewajiban industri untuk menerima magang.
dengan kondisi seperti itu kita harus benar benar bisa memanfaatkan
kesempatan yang ada. lagi lagi, jangan pernah lakukan sesuatu itu hanya untuk
menggugurkan tugas saja. miliki motivasi yang lebih untuk setiap kesempatan
yang di berikan, sehingga kita bisa menemukan sesuatu yang orang lain dengan
motivasi rendah tidak bisa dapatkan.
Saya ingat dulu saya prakerin / pkl di sebuah instansi pemerintah yang
berkaitan dengan nuklir. Sangat tidak linear atau sejalur dengan jurusan saya,
yakni rekayasa perangkat lunak atau gampang nya komputer. Pekerjaan yang di
berikanpun hanya basic saja. Namun beruntung nya pembimbing kita mendengarkan
kita, dan akhir nya setelah berdiskusi panjang akhir nya kita di buatkan sebuah
project untuk membuat sebuah aplikasi yang ada di sana.
Jika kita hanya manut saja, kemungkinan tidak akan ada project tersebut.
Oleh karena itu, sebagai orang yang pernah di posisi tersebut saya menyarankan
kepada kalian semua. Ketika memiliki kesempatan, jangan sampai kalian
menyianyiakan kesempatan yang ada. Explore dan beranilah, maka sebuah
kesempatan akan menjadi kesempatan emas yang bisa anda miliki.
Karena kesempatan itulah, saya dan teman teman mendapatkan banyak sekali
ilmu yang tidak di ajarkan di sekolah. Dari pengalam itu kita bisa tumbuh terus
hingga saya yakin skill kita bisa setara lulusan rata-rata sarjana. Dan betul
ketika kita lulus, tidak ada yang kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan
Itulah yang bisa di share jika kalian masih ingin
masuk ke SMK di kondisi sekarang, sebagai seorang yang lulus dari smk dan bisa
mendapatkan pekerjaan. Saya harap kalian bisa melakukan hal-hal tersebut atau
bahkan bisa melakukan lebih dari apa yang saya lakukan. Semoga dengan membaca
dan melaksanakan hal hal tersebut, tingkat pengangguran dari lulusan smk bisa
berkurang dari tahun ke tahunnya.
#pekerjaan
Posting Komentar untuk "Jangan Masuk Atau Lulus Dari SMK Sekarang!"